Jumat, 23 Desember 2016

DDL dan DML


DDL  (Data Definition Language) adalah kumpulan perintah SQL yang dapat digunakan untuk membuat dan mengubah struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database seperti tabel, index, trigger, view, dan lain-lain.
  
DML (Data Manipulation Language), yaitu bahasa yang berhubungan dengan proses manipulasi data pada tabel, record. Misalnya, INSERT, UPDATE, SELECT, dan DELETE. DML Merupakan bentuk bahasa basis data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data dapat berupa: 

a. Penyisipan/Penambahan data baru ke suatu basis data 

b. Penghapusan data dari suatu basis data 

c. Pengubahan data dari satu basis data

Contoh perintah DDL :
  • Membuat tabel
CREATE TABLE
Digunakan untuk membuat tabel. Syntax umumnya sebagai berikut :

CREATE TABLE [schema, ] table
( column datatype [DEFAULT expr][,...]);
  • Menghapus tabel

DROP TABLE
Digunakan untuk melakukan penghapusan tabel. Melakukan penghapusan table dengan perintah DROP, berarti mengerjakan hal berikut :

Semua data dan struktur dari table akan dihapus Semua transaksi pending akan di-commit Semua indeks akan dihapus Perintah drop ini tidak bisa di-rollback Sebagai contoh, jika kita ingin menghapus tabel dept, maka yang harus dilakukan adalah :


 DROP TABLE dept; 
  • Menambah /menghapus kolom

  • Statemen ALTER TABLE digunakan untuk : ~ Menambahkan kolom baru   
  • Untuk menambah kolom baru, syntax umumnya sebagai berikut :
ALTER TABLE table
ADD         (column datatype [DEFAULT expr]
 [, column datatype]...);
 
~ Memodifikasi kolom yang sudah ada 

Kita dapat memodifikasi kolom dengan mengubah tipe datanya, ukuran dan nilai defaultnya.
Sintaks dari perintah ALTER TABLE untuk memodifikasi kolom sebagai berikut :


ALTER TABLE table
MODIFY      (column datatype [DEFAULT expr]
 [, column datatype] ... );

Contoh :

ALTER TABLE dept
MODIFY       (dname VARCHAR2(30));
 
View adalah tabel bayangan. Tidak menyimpan data secara fisik. Biasanya berupa hasil query dari tabel-tabel dalam sebuah database. Syntax untuk melakuakn VIEW adalah :

CREATE VIEW <namaTabel> AS
 <SQLQuery>
 
Trigger adalah sebuah obyek dalam database yang berupa prosedur yang merespon setiap kali terdapat proses modifikasi pada tabel. Proses modifikasi berupa: Insert, Update dan delete. Syntax pembuatan Trigger:

CREATE TRIGGER <namaTrigger> ON TABLE <namaTabel>
FOR [DELETE] [,] [INSERT] [,] [UPDATE]
AS <perintahSQL>

Contoh perintah DML :
  • Penambahan data pada sebuah tabel
Syntax:

INSERT INTO nama_tabel(field ke-1, ….. field ke-n)
VALUES(nilai_field_ke-1, …. nilai_field_ke-n);
  • Pembaruan data  pada sebuah tabel
Syntax:

UPDATE nama_tabel
SET nama_field = data_baru
WHERE nama_field = data_lama; 
  • Penghapusan data pada sebuah tabel
Syntax:

DELETE FROM nama_tabel
[ WHERE kondisi];

  • Pemilihan data dari satu atau beberapa tabel
Syntax :

SELECT [DISTINCT] select_list
FROM table_source
[WHERE search_condition]
[GROUP BY group_by_expression]
[HAVING search_condition]
[ORDER BY order_expression [ASC | DESC] ]
 



MEDIA TRANSMISI

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.

Dalam Komunikasi data ada berbagai macam media transmisi yang digunakan.Secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 yaitu Media Transmisi menggunakan kabel daan Media Transmisi tanpa menggunakan kabel.

Media Transmisi Menggunakan Kabel
           
Data-data pada jaringan dapat ditransmisikan melalui 3 media.
1. Copper media (media tembaga).
Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan Tembaga .Orang biasanya menyebut dengan nama Kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital
2. Optical Media (media opik)
3. Wireless Media (media tanpa kabel)
 Jenis-jenis kabel yang di pakai sebagai data Transmisi pada jaringan :
  1.  Coaxial Cable
Kabel ini sering digunakan sebagai antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet naur connector) kabel ini merupakan kabel yang pali banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan derau yang lebih tinggi,  murah dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standara.




 ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T kenektor, I konektor (Socket) dan BNC konektor keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah daripada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya lebih jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repater sebagai penguatnya. kekurangannya adalah susah pada saat instalasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial tidak direkomendasikn lagi untuk instalasi jaringan.
     2. Twisted-pair cable
Twisted pair terdiri dari 2 jenis:



Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Kabel Twisted Pair adalah sebuah bentuk kabel dimana dua konduktor digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi meniadakan interfensi elektromangnetik dari luar sepertia radiasi elektromangetik dari kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) cables, dan crosstalk diantara pasnagan kabel yang berdekatan.
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadapa interferensi gelombang elektro mangnetik baik dari dalam maupun dari luar. Kekurangnnya adalah mahal dan susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dana jarak jangkaunya hanya 100m.

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.

    3. Fiber Optic 
Fiber optik atau serat optik mengunakan sinyal cahaya dalam proses transfer data dan tahan tehadap interferensi elektromagnetik. Kabel fiber optik memiliki bandwidth yang lebardan kecepatan transfer data yang tinggi, mencapai gigabit per detik. Kabel ini biasanya digunakan sebagai induk pada jaringan WAN yang menghubungkan antar kota bahkan anatar negara. Untuk jaringan dengan skala kecil, kabel ini jarang sekali digunakan karena harganya yang mahal.




Kabel fiber optik bekerja dengan cahaya yang berjalan dalam kabel dengan cara terus memantul dari cermin pelapis dinding dengan prinsip yang refleksi internal. Karena cermin tidak menyerap cahaya inti, maka gelombang cahaya dapat menempuh jarak yang sangat jauh. Namun bisa saja terjadi degradasi sinyal cahaya, ang sebagaian besar karena kotoran pada didnding cermin. Kabel fiber optik memiliki beberapa macam konektor
  
      4. Optical Media
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter^ receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang tindih.





Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah.